GLS SMP Muhammadiyah 8 Bandung: Membiasakan Membaca 15 Menit, Menanam Karakter Sejak Dini
Peran pendidik tak pernah sekadar menyampaikan deretan informasi semata. Lebih dari itu, tugas mulia seorang guru adalah menuntun ilmu masuk ke dalam hati dan pikiran peserta didik, hingga mampu mewujud menjadi perubahan sikap yang nyata dan positif. Jika sekadar soal penyampaian fakta, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence mungkin mampu melakukannya dengan lebih cepat dan lengkap—satu guru mungkin hanya mengampu satu mata pelajaran, sedangkan AI dapat menjawab segala kesulitan di berbagai bidang ilmu. Namun, ada hal yang tak tergantikan oleh teknologi apa pun: guru hadir untuk mengajarkan cara berbicara yang santun, cara bersikap yang mulia, dan menyeimbangkan pengetahuan yang luas dengan adab yang luhur.

Menyadari hal tersebut, SMP Muhammadiyah 8 Bandung melalui Kelompok Kerja (Pokja) Selaras berupaya sungguh-sungguh menanamkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan sederhana namun bermakna mendalam: pembiasaan membaca selama 15 menit setiap hari. Materi yang dibaca bukanlah bacaan sembarangan, melainkan kisah-kisah keteladanan dari tokoh-tokoh besar yang melahirkan peradaban Islam.
Tujuh orang guru pegiat literasi turut berperan aktif merangkai dan menyusun tulisan menjadi buletin internal sekolah. Di dalamnya termuat cerita pendek yang diambil dari sosok-sosok yang juga dijadikan nama-nama kelas di lingkungan SMP Muhammadiyah 8 Bandung. Ada kisah Nabi Ayub AS yang mengajarkan kesabaran tanpa batas, Khadijah RA yang mencontohkan kecerdasan berbisnis yang disertai kejujuran dan kemuliaan hati, serta Ummu Salamah RA yang menjadi teladan luhur dalam bermasyarakat dan menyikapi perbedaan dengan bijaksana. Masih banyak lagi sosok mulia lainnya yang kisahnya dikemas agar mudah dipahami dan dirasakan maknanya oleh para siswa.

Kegiatan ini bertujuan agar momen 15 menit membaca tidak sekadar rutinitas, melainkan menjadi jembatan peneladanan. Melalui bacaan yang mereka nikmati setiap hari, diharapkan tumbuh kesadaran untuk meneladani sifat-sifat mulia tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, SMP Muhammadiyah 8 Bandung berharap lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter yang kokoh dan mulia—persis seperti para tokoh hebat yang kisahnya mereka baca dan renungkan setiap hari.
Ditulis oleh: Inayah Tarmidzi, M.Pd.