Pokja Selaras: Mewujudkan Diorama Dunia Baca – Miniatur Perpustakaan SMP Muhammadiyah 8 Bandung
Pembuatan diorama dunia baca bukan sekadar upaya memenuhi syarat tugas dalam ajang TALENTA 2026. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana nyata untuk menumbuhkan dan memperdalam kecintaan seluruh siswa SMP Muhammadiyah 8 Bandung terhadap kegiatan membaca. Membaca bukan hanya perintah pertama yang diturunkan Allah SWT kepada manusia, melainkan juga mesin pengasah ketajaman berpikir, jendela dunia yang tak tergantikan, dan fondasi utama bagi setiap kemajuan peradaban. Tak ada aktivitas lain yang mampu menggantikan kekuatan membaca dalam membuka wawasan dan memperkaya batin peserta didik.

Kegiatan ini pun terinspirasi mendalam dari karya berjudul Mereka Besar Karena Membaca, tulisan Bapak Suherman, M.Pd., seorang pegiat literasi dari Jawa Barat. Buku ini mengajak kita untuk terus berinovasi menciptakan berbagai kegiatan yang mampu menumbuhkan gairah dan minat baca generasi muda, bukan sekadar rutinitas yang membosankan, melainkan pengalaman yang menyenangkan dan bermakna.

Proses pembuatan diorama dimulai dengan langkah perencanaan yang matang: mulai dari pengamatan ruangan perpustakaan yang akan dijadikan acuan, pembuatan sketsa dengan perhitungan skala yang tepat, pemilihan bahan yang sesuai, hingga penyediaan segala peralatan yang dibutuhkan. Penanggung jawab kegiatan ini, Ibu Relli Tardiani, S.Pd.—selaku guru Seni Budaya dan anggota Kelompok Kerja Selaras—memberikan bimbingan dan panduan yang sangat runtut serta jelas, mulai dari teknik dasar hingga cara merangkai detail miniatur agar terlihat indah dan nyata.
Sebanyak 28 siswa kemudian dibagi ke dalam 7 kelompok kecil, yang masing-masing didampingi oleh satu orang pembimbing. Mereka bekerja menyisipkan waktu di tengah padatnya jadwal kegiatan sekolah, namun semangat dan tekad yang kuat membuat mereka mampu berkolaborasi dengan sangat baik. Hasilnya, terciptalah 7 buah miniatur perpustakaan sekolah yang sangat cantik, rapi, dan penuh detail yang memukau.
Di balik keindahan karya yang dihasilkan, tersimpan nilai-nilai karakter mulia yang tumbuh dan menguat sepanjang proses pengerjaan. Tugas kelompok ini melatih jiwa kooperatif, di mana setiap siswa belajar menyatukan tenaga dan pikiran demi tujuan bersama. Mereka terbiasa menghargai ide dan pendapat setiap teman, menyadari bahwa perbedaan gagasan justru akan memperkaya hasil karya jika didengar dan disikapi dengan bijak. Rasa tanggung jawab pun teruji saat setiap anggota menjalankan perannya masing-masing dengan sungguh-sungguh, tidak saling melempar tugas, dan saling mengingatkan agar pekerjaan selesai dengan sempurna. Tak kalah penting, mereka belajar sungguh-sungguh menghargai waktu, memanfaatkan setiap kesempatan yang ada seefektif mungkin agar target kegiatan dapat tercapai tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas hasil kerja.

Kini, miniatur perpustakaan ini bukan hanya benda pajangan yang indah, melainkan bukti nyata bahwa kerja sama, kesabaran, dan cinta terhadap literasi mampu melahirkan karya yang membanggakan.
Ditulis oleh: Inayah Tarmidzi, M.Pd.