Tak perlu menjadi pahlawan agung untuk memenangkan perjuangan besar. Para siswa SMP Muhammadiyah 8 Bandung membuktikan hal itu lewat partisipasi mereka dalam ajang TALENTA 2026. Dengan semangat yang tak pernah padam, mereka membuktikan bahwa kemampuan meraih prestasi literasi bukan milik segelintir orang saja—melainkan milik siapa saja yang bertekad kuat, bekerja keras, dan saling bersinergi. Bak serdadu yang berjuang menjaga amanah, 28 peserta didik bersama 7 pembimbing literasi bergerak beriringan, menyelesaikan setiap tantangan yang hadir dengan penuh tanggung jawab.

Foto Bersama di Perpustakaan Masjid Pusda’i Bandung

Keterlibatan ini bukan sekadar mengikuti perlombaan, melainkan wujud nyata dari visi dan misi sekolah: “Terwujudnya Lembaga Pendidikan Islam, berkarakter, literat, dan berkemajuan.” Setiap langkah yang diambil adalah bagian dari upaya mewujudkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga kaya akan wawasan dan budi pekerti.

Sepuluh rangkaian kegiatan dalam TALENTA 2026 diselesaikan dengan ketelitian tinggi. Setiap tahapan dilengkapi bukti tertulis, dokumentasi foto, hingga rekaman video yang diunggah secara bertahap melalui laman resmi Gerakan Literasi Nasional (GLN). Bagi mereka, pendokumentasian bukan sekadar syarat administrasi, melainkan harta berharga yang merekam setiap perjuangan, perkembangan, dan kebanggaan yang dirasakan bersama.

Berikut adalah sepuluh tantangan yang telah dijalani:

  1. Tantangan Pertama: Mengikuti pelatihan literasi sebanyak empat kali pada setiap akhir pekan, berlangsung sejak pertengahan April hingga Mei. Beragam materi inspiratif disampaikan langsung oleh para narasumber dan aktivis literasi yang berkompeten. Para peserta mengisi tautan kehadiran, menyusun ringkasan materi, serta mengunggah bukti tangkapan layar kegiatan ke dalam laman yang telah ditentukan.
  2. Tantangan Kedua: Membaca dan menyusun ulasan terhadap lima buku pilihan bebas, dua buku wajib, serta satu kitab suci sesuai agama masing-masing.
  3. Tantangan Ketiga: Mengembangkan kemampuan menuangkan gagasan lewat tulisan, berupa artikel, pantun, dan puisi.
  4. Tantangan Keempat: Mengasah kemampuan berbicara di depan umum dengan mendongengkan kisah-kisah yang mengangkat kearifan lokal, budaya, dan sejarah Nusantara.
  5. Tantangan Kelima: Mengisi instrumen survei literasi sebagai asesmen kemampuan awal dan asesmen kemampuan akhir untuk mengukur perkembangan yang dicapai.
  6. Tantangan Keenam: Mewujudkan karya nyata berupa satu buku antologi puisi, satu buku antologi cerpen, serta pembuatan diorama bertema dunia baca dengan konsep khusus: Miniatur Perpustakaan SMP Muhammadiyah 8 Bandung.
  7. Tantangan Ketujuh: Menulis dan mempublikasikan laporan kegiatan literasi melalui laman resmi sekolah, agar setiap capaian dapat diketahui, dibaca, dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
  8. Tantangan Kedelapan: Melaksanakan kegiatan berbagi: menyebarkan informasi atau diseminasi program TALENTA kepada siswa yang tidak terlibat langsung, serta berdonasi buku kepada sekolah-sekolah Muhammadiyah yang membutuhkan.
  9. Tantangan Kesembilan: Berkunjung ke perpustakaan untuk membaca, lalu menyampaikan ulasan secara lisan. Perpustakaan PUSDAI Kota Bandung menjadi tujuan kunjungan istimewa yang memperkaya pengalaman literasi mereka.
  10. Tantangan Kesepuluh: Menyelenggarakan pameran literasi yang menampilkan seluruh hasil karya peserta TALENTA 2026, mulai dari buku antologi, diorama, ulasan buku, hingga rangkaian foto kegiatan yang telah dilalui.
Membaca Buku di Perpustakaan Pusda’i Bandung

Hingga saat ini, GLS SMP Muhammadiyah 8 Bandung telah berhasil menyelesaikan sekitar 90 persen dari seluruh rangkaian kegiatan. Sisa tahapan yang akan segera disempurnakan adalah pelaksanaan pameran literasi, yang rencananya akan digelar segera setelah proses pencetakan buku antologi puisi dan antologi cerpen selesai diterbitkan oleh penerbit Gerakan Literasi Nasional.

 

Ditulis oleh: Inayah Tarmidzi, M.Pd. (Guru SMP Muhammadiyah 8 Bandung)