Oleh : Tim STEM-EC SMP Muhammadiyah 8 Bandung

Sabtu, 17 April 2021, SMP Muhammadiyah 8 Bandung melalui Kelompok Kerja (Pokja) STEM Engineering Class mengadakan Webinar STEM 2021 dengan judul “Upaya Pemanfaatan Energi Terbarukan dalam Kaitan Pembelajaran STEM di tingkat SMP”.

Dua pemateri dihadirkan yaitu dari praktisi Energi Terbarukan dan dari Guru STEM-EC SMP Muhammadiyah 8 Bandung. Sasaran peserta kegiatan ini adalah guru-guru bidang sains di tingkat SMP dengan target peserta 100 orang, namun pada praktiknya banyak yang mengikuti dari berbagai mata pelajaran mulai dari tingkat SD hingga ke SMA/SMK, bahkan dari akademisi kampus juga nampaknya turut meramaikan kegiatan yang menjadi pengganti dari Program STEM Camp yang rutin diselenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 8 Bandung.

Isu energi nampaknya masih menarik dan akan tetap menarik untuk dibahas dan dikupas. Terlebih di masa pandemi seperti sekarang di mana penggunaan gawai, televisi, dan computer semakin meningkat seiring dilaksanakannya moda pembelajaran secara daring. Melalui hal itu kebutuhan konsumsi sumber daya listrik juga meningkat. Siswa dan guru hampir kebanyakan melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah sehingga dapat dipastikan kebutuhan listrik di rumah juga meningkat.

Bagi kami hal ini sangat perlu untuk dibahas dan dikupas, terlebih pola hidup masyarakat Indonesia yang masih abai dengan yang namanya berhemat energi. Bukan hanya itu, selain tentang materi hemat energi yang juga menjadi bagian tak terpisahkan renewable energi, akan dikupas juga tentang hal-hal yang berkaitan dengan energi terbarukan yang disampaikan oleh praktisi hemat energi yang sekaligus juga founder dari Energi Kreatif Ialah Kang Redo Aprianto, salah seorang praktisi dari sekian banyak yang ada di Indonesia yang berkonsentrasi pada bidang energi, utamanya adalah energi terbarukan.

Sudah banyak proyek yang pernah beliau garap terkait energi, bahkan sudah sampai ke tanah Papua. Mengamati sepak terjang dalam dunia renewable energi tersebut tentunya cocok dengan materi bahasan Webinar tahun ini.Selain pemateri yang hadir dari kalangan praktisi, juga dihadirkan pemateri dari kalangan guru STEM langsung, beliau adalah Ibu Pujiastuti. Sepak terjang dalam dunia STEM di sekolah sudah tidak diragukan lagi. Pengalaman dan pengetahuan dalam pengimplementasian STEM Engineering Class di sekolah perlu dibagikan ke khalayak yang lebih luas agar lebih bermanfaat, terutama untuk sekolah-sekolah yang berminat untuk mengembangkan bersama model pembelajaran STEM.

Bagi kami, kedua materi yaitu STEM EC dalam masa pandemi dan Energi terbarukan sangat cocok untuk dihadirkan sebagai sebuah jawaban atas keperluan saat ini. Di mana kondisi pandemi memaksa setiap orang untuk tetap berada di rumah dan mematuhi pembatasan-pembatasan aktifitas di ruang publik salah satunya adalah sekolah.

Ibu Pujiastuti dalam materinya menjelaskan tentang STEM dan aktifitas STEM yang dilaksanakan selama masa pandemi, yang tentunya sangat berbeda 180 derajat dengan sebelum masa pandemi. Banyak hal yang berubah, salah satunya adalah dari model penyampaian materi, tugas (proyek) yang dikerjakan, hingga cara penilaiannya. Tentunya, aktifitas STEM-EC dilaksanakan secara daring, para siswa belajar dari rumah dengan menggunakan gawai dan laptop untuk mengerjakan proyek.

STEM-EC SMP Muhammadiyah 8 Bandung pada praktiknya telah melaksanakan kegiatan STEM dengan melakukan perubahan dan penyesuaian materi proyek. Bahkan ada satu proyek yang erat kaitan dengan keadaan Covid-19. Pembuatan handsanitizer alami adalah proyek yang dikerjakan di semester pertama dan sangat erat dengan kondisi pada waktu Indonesia membutuhkan banyak handsanitizer namun terjadi kelangkaan di pasaran. Sedangkan, pada semester II proyeknya tidak lagi mengharuskan ada produk fisik seperti handsanitizer, namun produk lebih ditekankan kepada design atau hasil karya gambar desain proyeknya dari isu yang diusung.

Desain rumah hemat energi menjadi satu proyek yang wajib diselesaikan di program STEM-EC semester ini, Hal ini pula yang mengilhami kami untuk turut berbagi kepada banyak orang terutama guru-guru terkait kegiatan STEM EC di sekolah kami selama masa pandemi ini. Desain rumah hemat energi yang dirancang tersebut boleh berbantukan berbagai macam tool atau software pengolah gambar 3D. Baik online ataupun offline, untuk online bisa menggunakan tinkercad.com sedangkan untuk offline bisa menggunakan blender 3D.

Banyak ide yang muncul dari para peserta didik yang telah menyelesaikan desainnya, ada pula perubahan-perubahan desain awal sehingga menjadi desain final, hal ini merupakan tahapan dalam pembelajran STEM, adanya perubahan rancangan untuk menuju tujuan yang diinginkan. Semua perubahan harus dicatat dan terdokumentasikan. Tantangan “Rumah Hemat Energi” ternyata telah membangkitkan ide-ide brilian dari anak-anak semua terkait perancangan rumah yang memenuhi kebutuhan tersebut. Beberapa diantaranya terfokus pada membangun desain dengan rumah banyak kacanya, ruang terbuka hijau sekitar rumah, dan juga penggunaan modul-modul sel surya.

Melihat ide mereka tentunya kami sangat berbahagia, karena ternyata sudah sejauh itulah mereka berpikir dan merancang dari rumah hemat energi. Tentu hal tersebut telah melampaui ekspektasi kami semua selaku dewan guru STEM.

Hal inilah yang tentunya juga dibagikan oleh ibu pujiastuti kepada guru-guru yang turut serta dalam webinar. Di samping itu disampaikan pula bagaimana rancangan rencana pelaksanaan pembelajaran STEM-EC sesuai dengan yang diterapkan oleh sekolah.

Di sisi materi renewable energi, kang Redo membagikan seputar pengetahuannya tentang energi terbarukan. Pada bahasan kali ini lebih menitikberatkan pada pengetahuan solar sel dan penghitungan teknis yang menyertainya. Satu hal penting diantara hal penting lainnya adalah beliau menyampaikan bahwa renewable energi bisa dimulai dari perilaku kita menghemat energi yang sudah ada. Katanya, jangan sampai renewable energy ini malah menjadi beban besar sebab perilaku berhemat energi kita masih kurang.

Kegiatan ini ditutup dengan baik, semua peserta aktif bertanya terkait kedua materi penting di atas. Bahkan, peserta yang aktif diganjar Give Away dari kang redo berupa kaos “Energy 4 Futur” dan beberapa juga mendapatkan voucher pulsa dari Panitia. Tentunya Sertifikat Elektronik Kegiatan yang sudah diunduh oleh seluruh peserta.

Semoga kegiatan Webinar tahun ini bisa bermanfaat tidak hanya untuk kami selaku TIM STEM SMP Muhammadiyah 8 Bandung, namun juga untuk semua peserta yang turut hadir. Harapannya STEM menjadi satu pembelajaran yang asyik dan mudah dipahami oleh para peserta didik kita.