Menjadi Pelajar yang Taat dan Memahami Konflik
Masa remaja merupakan masa ketika seorang manusia berada dalam pencarian jati dirinya. Kondisi saat remaja terdorong dan merasa ingin mengenal siapa dirinya yang sebenarnya.
Seorang manusia dikatakan remaja jika dirinya sudah menginjak usia 13-17 tahun. Dalam usia ini, seorang manusia mengalami peralihan dari anak-anak menuju remaja yang disebut dengan fase “masa pubertas.”
Saat pubertas, biasanya manusia ingin mencoba segala sesuatu yang baru dalam hidupnya. Muncul berbagai macam gejolak emosi, dan banyak timbul masalah baik dalam keluarga maupun lingkungan sosialnya. Terkadang fase ini dapat menimbulkan kecemasan pada dirinya sendiri dan keluarganya.
Ada banyak kejutan di fase ini yang dimulai dengan perubahan bentuk tubuh, tumbuhnya bulu halus di area tubuh tertentu, mulai tertarik dengan lawan jenis, hingga kondisi emosi yang labil.
Untuk mendampingi siswa dan siswi yang memasuki masa remaja, SMP Muhammadiyah 8 Bandung mengadakan bimbingan dan penyuluhan dengan tema “Menjadi Pelajar yang taat dan memahami konflik.”
Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada hari Rabu, 14 September 2022 di Lapangan SD – SMP Muhammadiyah Antapani Bandung dengan narasumber Kapolsek Antapani, Kompol Asep Muslihat, S.Sh, M.Si.
Dalam materinya bapak kapolsek mengingatkan kepada para siswa untuk menaati aturan, karena aturan itu sifatnya mengikat untuk kebaikan kita semua.
Beliau juga menghimbau kepada para siswa untuk terhindar dari kenakalan remaja, seperti geng motor, minuman keras, rokok, dan balapan liar.
Selain Kapolsek Antapani yang menjadi pemateri, sekolah juga menghadirkan AOP Junior untuk memberikan materi tentang memahami konflik.
AOP Junior SMP Muhammadiyah 8 Bandung terdiri dari:
1. Ranaya Salma Diega
2. Naila Salma A
3. Annisa Nanda
4. Shovy Sabila
5. Nadlira Fathiha
6. Muhammad Nadhif
Mereka memberikan materi tentang bagaimana cara menyikapi diri ketika mengalami sebuah konflik. Dalam pemaparannya, para AOP Junior menjelaskan ada tiga kecenderungan yang biasanya muncul ketika seseorang mengalami sebuah konflik, yakni:
1. Menghindar
Biasanya orang kalau mendapatkan konflik selalu lari atau menghindar dengan cara menyangkal, menyalahkan orang lain atau sampai melarikan diri.
2. Menyerang
Sikap yang kedua juga biasanya adalah menyerang langsung tanpa berpikir panjang, berkelahi, mencela, dan bergosip.
3. Berdamai
Sikap yang ketiga dan paling terbaik adalah dengan berdamai untuk menyelesaikan konflik. Sikap ini sangat disarankan dan bijaksana. Adapun sikapnya adalah dengan mengobrol empat mata, melupakan, dan meminta bantuan pihak lain untuk menyelesaikan konflik yang sedang dialami.
Semoga dengan dilaksanakannya kegiatan ini bisa menyadarkan para siswa SMP Muhammadiyah 8 Bandung dalam melaksanakan aturan yang ada dan menjadikan mereka sebagai individu yang bijak dalam menyikapi konflik atau masalah.
*Penulis: Cepi Aunilah
Editor: Aqbil WAK