BANDUNG — Konsistensi dan inovasi dalam penerapan pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) kembali membawa harum nama SMP Muhammadiyah 8 Bandung. Pada Rabu, 23 September 2026, Tim STEM SMP Muhammadiyah 8 Bandung memenuhi undangan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Bandung untuk menjadi narasumber dalam kegiatan berbagi praktik baik (best practice) penerapan STEM.

Acara yang dihelat di SMP Negeri 43 Bandung ini dihadiri oleh para guru mata pelajaran IPA dan Matematika dari Gugus Wilayah Barat dan Utara Kota Bandung. Mewakili sekolah, Bapak Yudhi Kurnia, S.T., M.Pd., Gr. hadir untuk memaparkan perjalanan panjang dan strategi sukses implementasi kurikulum berbasis rekayasa ini.

Dalam paparannya, dijelaskan bahwa SMP Muhammadiyah 8 Bandung telah merintis dan menyelenggarakan program STEM secara konsisten sejak tahun 2013. Hingga saat ini, program tersebut dikemas secara terstruktur melalui kegiatan ekstrakurikuler khusus.

“Setiap tahunnya, para siswa yang mendaftar dan terpilih—sebanyak 24 orang per level—mendapatkan alokasi waktu 2 jam pelajaran setiap minggu. Mereka aktif mengikuti engineering class dengan berbagai proyek yang sangat kontekstual dengan kehidupan sehari-hari,” jelas Pak Yudhi di hadapan para peserta.

Tidak hanya berhenti di ruang kelas, ekosistem STEM di sekolah ini juga dirancang untuk mewadahi potensi anak-anak di kancah riset ilmiah dan kompetisi bergengsi. Prestasi gemilang telah diukir siswa-siswi SMP Muhammadiyah 8 Bandung, mulai dari tingkat nasional hingga merambah kancah internasional seperti di Korea Selatan dan Jepang.

Keberhasilan program ini juga tidak lepas dari sinergi dan kolaborasi luas yang dibangun sekolah. SMP Muhammadiyah 8 Bandung secara aktif menjalin kerja sama strategis dengan STEM Center UPI melalui program Young STEM serta ajang kompetisi kreatif ISTEMCC. Menariknya, gerakan transformasi pendidikan ini juga berjalan selaras dan berdampingan bersama SMP Muhammadiyah 5 Bandung dalam menginspirasi kemajuan pendidikan di Kota Bandung.

Melalui kegiatan diseminasi ini, Dinas Pendidikan Kota Bandung berharap praktik baik yang telah teruji sejak 2013 ini dapat direplikasi oleh sekolah-sekolah lain, guna melahirkan generasi muda Indonesia yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan global.