Fun Fact: Mengapa Cabai Rasanya Pedas?
Salam Sobat Mudal! Kalian pasti pernah makan cabai atau sambel kan? Pernahkah kalian berpikir kok bisa ya cabai rasanya pedas? Yuk kita bahas!
Jadi Sobat Mudal, rasa pedas yang terkandung dalam cabai itu disebabkan oleh zat kimia bernama capsaicin yang ada pada cabai.
Rasa pedas ini muncul karena capsaicin memberikan isyarat pada otak mirip seperti saat kulit terkena panas.
Nah, berbeda dengan panas, rasa panas di lidah ini hanyalah “rasa,” bukan terbakar sesungguhnya.
Selain menimbulkan rasa pedas, capsaicin diproduksi tanaman cabai untuk membantunya terhindar dari berbagai penyakit, contohnya jamur.
Jika ingin mengurangi rasa pedas, Sobat Mudal bisa memakan cabai tanpa bijinya. Hal ini karena kandungan capsaicin di biji lebih banyak ketimbang di daging buahnya.
Akan tetapi, capsaicin yang ada dalam cabai tidak hanya membuat kita kepedesan atau sakit perut saja lho. Dia juga bisa meredakan rasa sakit serta meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan infeksi.
Sudah banyak pula penelitian yang melaporkan efek capsaicin untuk mendorong kerja metabolisme tubuh hingga 5% lebih cepat untuk membakar lebih banyak lemak. Efek pembakaran kalori ini bahkan diketahui masih terus bekerja sampai 20 menit setelah kita selesai makan.
Di Indonesia, cabe rawit dianggap sebagai salah satu jenis cabai terpedas. Mengutip dari laman Tempo, cabe rawit memiliki skor 100 ribu ketika diukur menggunakan Skala Scoville. Sementara cabe merah besar hanya sekitar 30,000 – 50,000 SHU.
Rekor cabe paling pedas sedunia versi Guinness World Records dipegang oleh Carolina Reaper yang memiliki tingkat kepedasan 15-31 kali lipat dari cabe rawit. Begitu Sobat Mudal!