Halo Sobat Mudal! Teman-teman pasti pernah dengar istilah Filsafat Islam kan? Nah ilmu tersebut pertama kali diperkenalkan oleh Al-Farabi. Namun, Al-Farabi gak cuman jago di bidang Filsafat saja lho, Beliau pun bahkan cerdas di berbagai bidang, bahkan sampai musik. Yuk kita bahas!

Biografi Al-Farabi

Al-Farabi lahir di Farab, Kazakhstan, pada tahun 872. Nama lengkap Al-Farabi adalah Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi. Kontribusinya terletak di berbagai bidang seperti matematika, filosofi, politik,  pengobatan, bahkan musik.

Akan tetapi, yang paling dikenal dan diidentikan kepada Beliau adalah kecemerlangannya dalam bidang keilmuan filsafat.

Saking jagonya, Al-Farabi sampai disebut dengan sebutan “guru kedua” setelah Aristoteles karena kemampuannya dalam memahami Aristoteles yang dikenal sebagai guru pertama dalam filsafat.

Pemikiran dan Karya Al-Farabi

Al-Farabi telah mencetuskan berbagai pemikiran dan menuliskan banyak karya di berbagai bidang keilmuan. Dalam bidang music, Beliau dikenal dengan kitabnya tentang music yang berjudul “Kitab al-Musiqa.” Selain itu, beliau juga dikenal  sebagai penemu not-not dasar musik.

Dalam bidang politik dan negara, karyanya yang terkenal adalah kitab berjudul Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau negara Utama).

Menurutnya, manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain, maka manusia menjalin hubungan-hubungan (asosiasi). Kemudian, dalam proses yang panjang, pada akhirnya terbentuklah suatu Negara.

Untuk bidang filsafat Islam, Al-Farabi diakui sebagai filsuf Islam pertama yang berupaya merelevansikan filsafat politik Yunani klasik dengan Islam, serta berusaha membuatnya bisa dimengerti di dalam konteks agama.

Karena perannya dalam ilmu filsafat itulah Al-Farabi sampai dijuluki sebagai “Guru Kedua,” setelah Aristoteles dijuluki sebagai “Guru Pertama.”

Dampak dari munculnya filsafat Islam yang dirintis Al-Farabi sungguh luar biasa. Kemunculan filsafat dalam dunia Islam menyebabkan peradaban Islam masa itu semakin berkembang pesat karena filsafat membuat masyarakat Islam saat itu tercerahkan pemikirannya.

Akibat pemikiran yang semakin cemerlang itulah umat Islam mampu berjaya dalam berbagai bidang keilmuan*